Kamis, 14 Februari 2019

DISTRIBUSI FREKUENSI

Pengertian Distribusi Frekuensi.

  • Distribusi frekuensi adalah yang merupakan penyusunan data ke dalam kelas-kelas tertentu dimana setiap individu/item hanya termasuk kedalam salah satu kelas tertentu saja. (Pengelompokkan data berdasarkan kemiripan ciri).
  • Tujuannya : untuk mengatur data mentah (belum dikelompokkan) ke dalam bentuk yang rapi tanpa mengurangi inti informasi yang ada.
  • Distribusi Frekuensi Numerikal adalah Pengelompokkan data berdasarkan angka-angka tertentu, biasanya disajikan dengan grafik histogram.

  • Distribusi Frekuensi Katagorikal adalah Pengelompokkan data berdasarkan kategori-kategori tertentu, biasanya disajikan dengan grafik batang, lingkaran dan gambar.


Istilah-istilah Dalam Distribusi Frekuensi.

  1. Class (Kelas) adalah penggolongan data yang dibatasi dengan nilai terendah dan nilai tertinggi yang masing-masing dinamakan batas kelas. 
    Batas Kelas (Class Limit) adalah nilai batas dari pada tiap kelas dalam sebuah distribusi, terbagi menjadi States class limit dan Class Bounderies (Tepi kelas).
  2. a.    Stated Class Limit adalah batas-batas kelas yang tertulis dalam distribusi frekuensi, terdiri dari Lower Class Limit (Batas bawah kelas) dan Upper Class Limit (Batas atas kelas).
    b.    Class Bounderies (Tepi kelas) adalah batas kelas yang sebenarnya, terdiri dari Lower class boundary (batas bawah kelas yang sebenarnya) dan upper class boundary (batas atas kelas yang sebenarnya).
  3. Class Interval/Panjang Kelas/Lebar kelas merupakan lebar dari sebuah kelas dan dihitung dari perbedaan antara kedua tepi kelasnya.
  4. Mid point / Class Mark / Titik tengah merupakan rata-rata hitung dari kedua batas kelasnya atau tepi kelasnya.



             Tahap-tahap penyusunan distribusi frekuensi :


  1. Membuat array data atau data terurut (bila diperlukan)


  2. Menentukan range (jangkauan) : selisih antara nilai yang terbesar dengan nilai yang terkecil.
  3. R = Xmax – Xmin.


  4. Menentukan banyaknya kelas dengan mempergunakan rumus Sturges. K = 1 + 3,3 log N dimana K = banyaknya kelas dan N = jumlah data yang diobservasi.


  5. Menentukan interval kelas : I = R/K

  6. Menentukan batas - batas kelas :

    1. Tbk = bbk – 0,5(skala terkecil) TAK = BAK + 0,5(skala terkecil).
      Panjang Interval kelas = TAK - TBK.
      Keterangan :
    • TBK = Tepi Bawah Kelas
    • BBK = Batas Bawah Kelas
    • TAK = Tepi Atas Kelas
    • BAK = Batas Atas Kelas

  7. Menentukan Titik Tengah nya :
  8. 1/2 ( Batas Atas Kelas + Batas Bawah Kelas )

  9. Memasukan data ke dalah kelas - kelas yang sesuai dengan memakai system tally atau Turus .

  10. Menyajikan distribusi  frekuensi : Isi kolom frekuensi  sesuai dengan  kolom Tally atau Turus

  11. Jenis - Jenis Distribusi Frekuensi :


  • Distribusi Frekuensi Kumulatif adalah suatu daftar yang memuat frekuensi-frekuensi kumulatif, jika ingin mengetahui banyaknya observasi yang ada di atas atau di bawah suatu nilai tertentu.
  • Distribusi Frekuensi Relatif adalah perbandingan daripada frekuensi masing-masing kelas dan jumlah frekuensi seluruhnya dan dinyatakan dalam persen.
    a.   Distribusi Frekuensi kumulatif kurang dari (dari atas) Adalah suatu total frekuensi dari semua nilai-nilai yang lebih kecil dari tepi bawah kelas pada masing-masing interval kelasnya.
    b.   
    Distribusi Frekuensi kumulatif lebih dari (dari bawah) adalah suatu total frekuensi dari semua nilai-nilai yang lebih besar dari tepi bawah kelas pada masing-masing interval kelasnya.
    c.   Distribusi Frekuensi kumulatif relatif adalah suatu total frekuensi dengan menggunakan persentasi.

Pembuatan Distribusi Frekuensi dan Histogram dengan Excel



    • Klik di bagian "Option".

    • Klik dibagian "Add-ins", Lalu Pilih "Analysis ToolPak", Kemudian Klik "Go".

    • Pilih "Data - > Data Analysis ".

    • Kemudian pilih "Histogram".

    • Masukan Input Range, Bin Range , Output Range. Centang dibagian Pareto, Cumulative dan Chart Output, Lalu klik "Ok".

    • Keterangan : 
      Data dibawah ini digunakan untuk Input Range nya. Diblok semua data data nya.

      Data dibawah ini digunakan untuk Bin Range, Di blok data datanya hanya yang berada di bagian BAK (Batas Atas Kelas).

    • Jika berhasil, Maka tampilan histogram dan distribusi frekuensi nya akan muncul seperti dibawah ini :

Sabtu, 09 Februari 2019

Pertemuan 2 - Penyajian Data



A.   PENDAHULUAN
Definisi Data secara Etimologis merupakan bentuk jamak dari DATUM yang berasal dari Bahasa Latin dan berarti "Sesuatu Yang Diberikan". Dalam pengertian sehari-hari DATA dapat berarti Fakta dari suatu objek yang diamati, yang dapat berupa angka-angka maupun kata-kata. Sedangkan jika dipandang dari sisi Statistika, maka DATA merupakan Fakta-fakta yang akan digunakan sebagai bahan penarikan kesimpulan.
Penyajian data merupakan cara yang digunakan untuk meringkas menata, mengatur atau mengorganisir data sehingga data mudah untuk dimengerti oleh pihak-pihak yang berkepentingan dengan data tersebut.
B.  Penyajian Data Dengan Tabel
Tabel merupakan kumpulan angka-angka yang tersusun berdasarkan kategori-kategori atau karakteristik-karakteristik tertentu sehingga memudahkan untuk dianalisis. Data yang disajikan dalam tabel bisa berupa data cross section atau data time series. Secara umum penyusunan tabel memerlukan identitas judul tabel, judul baris, judul kolom, badan tabel catatan dan sumber data. Penyajian data dengan tabel bisa berbentuk tabel satu arah, dua arah dan tiga arah.
Ø  Tabel Satu Arah
    Tabel satu arah adalah tabel yang hanya terdiri dari satu karakteristik atau kategori. Misalnya :
1. Jumlah Gaji Pegawai Di PT. ABC.

Nama Pegawai Jummlah Gaji
Ditya 4500000
Andi 5000000
Marim 3500000
Jojo 5050000
Hidayat 3000000

Ø  Tabel Dua Arah
Yaitu tabel yang terdiri dari dua karakteristik atau dua kategori misalnya :
1. Jumlah Mahasiswa Bina Insani Tingkat S1 Menurut Jurusan Pada Tahun 2016.

Tingkat Jurusan Jumlah
Statistika Komputasi Statistik
I 317 111 482
II 366 117 483
III 345 112 490
IV 320 131 452
Jumlah 1348 471 1907

Ø  Tabel Tiga Arah
Tabel tiga arah menunjukan tiga karakteristik atau kategori data misalnya :
1.     Jumlah mahasiswa bina insani menurut agama nya.

Umur Islam Katolik Protestan Hindu
L P L P L P L P
17 - 25 300 200 40 25 50 30 20 19
26 - 35 400 200 20 15 80 60 30 29
Jumlah 700 400 60 40 130 90 50 48

C.  Penyajian Data Dengan Grafik
Selain menyajikan data dengan menggunakan tabel, kita dapat juga menyajikan data dengan menggunakan gambar-gambar atau grafik. Banyak sekali jenis tampilan data dalam bentuk grafik tetapi pada bagian ini hanya ditampilkan grafik-grafik yang umum di jumpai seperti : Grafik garis (Line Chart), Grafik balok/batang (Bar Chart), Grafik Lingkaran (Pie Chart), dan Pictogram.
Ø  Grafik Garis
Grafik garis secara umum dibagi menjadi dua bagian yaitu single line chart yang terdiri dari satu garis saja dan multiple line chart yang terdiri dari beberapa garis. Garfik garis baik yang tunggal maupun yang terdiri dari beberapa garis sangat berguna untuk menggambarkan perkembangan suatu kegiatan. Umumnya grafik ini digunakan untuk data yang berbentuk time series yang sekaligus bisa dilihat trend-nya.

Ø  Grafik Batang/Balok
Grafik batang/balok (Bar Chart) secara umum dibagi menjadi dua bagian yaitu single Bar chart yang terdiri dari satu batang saja dan multiplebar chart yang terdiri dari beberapa batang. Grafik batang baik yang tunggal maupun yang terdiri dari beberapa batang sangat berguna untuk menggambarkan perbandingan suatu kegiatan. Grafik ini digunakan untuk data yang berbentuk cross section dan time series.

Ø  Grafik Lingkaran
Grafik Lingkaran (Pie Chart) secara umum dibagi menjadi dua bagian yaitu single Pie chart yang terdiri dari satu lingkaran saja dan multiple pie chart yang terdiri dari beberapa lingkaran. Grafik lingkaran baik yang tunggal maupun yang terdiri dari beberapa lingkaran sangat berguna untuk menggambarkan perbandingan suatu kegiatan berdasrkan nilai-nilai karakteristik satu dengan yang lain dan dengan keseluruhan (biasanya dalam persentase). Grafik ini digunakan untuk data yang berbentuk cross section.


Ø  Pictogram
Pictogram adalah grafik berupa gambar di dalam bidang koordinat XY dinyatakan gambar-gambar dengan suatu ciri-ciri khusus untuk suatu karakteristik. Misalnya untuk menyatakan jumlah mobil pada tahun-tahun tertentu, dapat digambarkan berupa gambar mobil(secara sederhana). Tiap gambar mewakili suatu jumlah tertentu.
Data penduduk di Kecamatan Mafia tiap desa pada tahun 2014 adalah sebagai berikut:

Note : satu gambar orang mewakili 1.000 orang penduduk


https://mafia.mafiaol.com/2014/05/cara-penyajian-data-dalam-bentuk-diagram.html

Minggu, 03 Februari 2019

Sharing data pada windows XP

 Sharing Data Pada Windows XP


    Tujuan dari tehnik sharing ini adalah untuk berbagi akses kepada user lain pada suatu folder atau drive yg anda ingin kan. Anda bisa memilih kepada user mana saja yang bisa atau boleh mengakses folder anda dan juga bisa memberikan akses kepada semua orang yang ada pada jaringan atau network anda.


1.   Local Sharing
          Sebenernya windows xp telah membuat folder khusus yg bernama Shared Documents. Jika file kita masukan kedalam folder tersebut otomatis user lain akan dapat mengakses data/file - file kita. ( C:Documents and Setting All Users Documents )



2.   Sharing Data Dalam Folder
          Langkah - langkah nya : 
  • Klik kanan Pada folder yang kalian ingin di Share
  • Pilih Sharing and Security.
  • Akan muncul "My file properties", Pada "Network sharing and security" pilih "If you understand the security risks but want to share files without running the wizard, click here"
  • Selanjutnya akan muncul "Enable file sharing" kalian pilih "Just enable file sharing" klik OK
  
  • Setelah itu Pada "Network sharing and security" beri tanda ( √ ) pada kolom "Share this folder in the network" dan Jika di kolom"Allow network users to change my file" ikut di ( √ ) artinya user lain bisa menambah dan mengurangi file - file yg kita share
  • Maka tampilan fle yang di sharing akan seperti dibawah ini  
3.   Sharing Drive 
         Cara nya sama dengan yang kita lakukan saat share folde bedanya kali ini kita akan mengshare sebuah drive. Cara nya :
  •  Klik kanan Pada drive yang kalian ingin di Share
  •  Pilih Sharing and Security.
  •  Akan muncul "Local Disk (E:) Properties", Pilih "If you understand the risk but want to share the root of the drive, click here"

  • Setelah itu Pada "Network sharing and security" beri tanda ( √ ) pada kolom "Share this folder in the network" dan Jika di kolom"Allow network users to change my file" ikut di ( √ ) artinya user lain bisa menambah dan mengurangi file - file yg kita share.
  • Maka tampilannya akan seperti dibawah ini
  
4.   Mengambil Data yang dishare
          Untuk dapat mengakses dari folder atau drive yang dishare dalam satu area jaringan ada beberapa cara nya, Perhatikan :
  • Melalui Computer Name dan workgroup.
            -  Klik kanan pada start (Logo windows) > Explore 
            -  Cari My Network Places > Entire Network > Microsoft windows
            -  Setelah itu akan muncul sebuah workgroup kalian klik nama workgroup nya
            -  Klik Komputer Name tempat folder di share > Lalu akan muncul folder yang di share


 Semoga bermanfaat ya untuk kalian yang masih dalam masa - masa belajar 

WORKGROUP



Setting Jaringan Workgroup Di Windows Xp
     Berikut ini merupakan hal yang mendasar dalam networking, yaitu mengenai setting jaringan workgroup diwindows xp yang berguna untuk menyambungkan dua atau lebih komputer. Dimana teerdapat beberapa keuntungan dari sistem jaringan workgroup, yaitu :
  1.  Perukaran File dapat dilakukan dengan mudah (file sharing)
  2. Pemakaian printer dapat digunakan oleh semua unit komputer yang berada dalam satu workgoup (Printer Sharing)
  3. Komunikasi antar komputer akan lebih mudah dengan menggunkan Email atau chat(Net Meeting)
     Jika kalian paham apa itu workgroup dan apa fungsi nya maka kita akan mulai mensetting nya perhatikan tahap – tahapnya dibawah ini :

Pertemuan 1 Statistika







Statistika adalah Suatu ilmu yang mempelajari cara pengumpulan, pengolahan, penyajian dan analisis data serta cara pengambilan kesimpulan secara umum berdasarkan hasil penelitian yang tidak menyeluruh. Dalam arti sempit Statistik adalah data ringkasan berbentuk angka (kuantitatif). Sebagai suatu bidang studi, statistik memiliki dua bagian utama, yaitu :
  1. Statistika Deskriptif adalah ilmu statistika yang mempelajari tentang pengumpulan, pengolahan, dan penyajian data.

  2. Statistika Inferensi (Statistika Induktif) adalah ilmu statistika  yang mempelajari tentang cara pengambilan kesimpulan secara menyeluruh (populasi) berdasarkan data sebagian (sampel) dari populasi tersebut.

Kegunaan Statistika dalam bidang ekonomi yaitu
  • Bidang produksi
  • Bidang akuntansi
  • Bidang pemasaran
Pengetahuan tentang statistik membantu untuk :
  1. Menjelaskan hubungan antar variabel.
  2. Membuat keputusan lebih baik.
  3. Mengatasi perubahan-perubahan.
  4. Membuat rencana dan ramalan.
  5. Dan masih banyak manfaat yang lain.
Tahap-tahap dalam statistik
  1. Mengidentifikasikan persoalan.
  2. Pengumpulan fakta-fakta yang ada.
  3. Mengumpulkan data asli yang baru.
  4. Klasifikasi data.
  5. Penyajian data.
  6. Analisa data.
1.2 Populasi, Sampel dan Data

Populasi adalah seluruh elemen yang akan diteliti. Sampel adalah elemen yang merupakan bagian dari populasi. Data adalah fakta-fakta yang dapat dipercaya kebenarannya. Jenis-jenis pengambilan sampel yaitu :
  1. Random sederhana (simple random sampling)
                Adalah pengambilan sampel secara acak sehingga setiap anggota populasi mempunya kesempatan yang sama untuk menjadi sampel, misalnya dengan cara undian.
  1. Random berstrata (Stratified Random Sampling)
                Adalah pengambilan sampel yang populasinya dibagi-bagi menjadi beberapa bagian/stratum. Anggota-anggota dari stratum dipilih secara random, kemudian dijumlahkan, jumlah ini membentuk anggota sampel
  1. Sistematis (Systematic Sampling)
                Adalah pengambilan sampel berdasarkan urutan tertentudari populasi yang telah disusun secara teratur dan diberi nomer urut.
  1. Luas/Sampel Kelompok (Cluster sampling)
                Adalah pengambilan sampel tidak langsung memilih anggota populasi untuk dijadikan sampel tetapi memilih kelompok terlebih dahulu. Yang termasuk sebagai  sampel adalah anggota yang berada dalam kelompok terpilih tersebut. Jika kelompok-kelompok tersebut merupakan pembagian daerah-daerah geografis, maka cluster sampling ini disebut juga area sampling.
Pembagian data dapat dibedakan menurut :
1. Sifatnya
  1. Data kualitatif adalah data yang disajikan bukan dalam bentuk angka, misalnya agama, jenis kelamin, daerah, suku bangsa, pangkat pegawai, jabatan pegawai dan sebagainya.
  2. Data kuantitatif adalah data yang disajikan dalam bentuk angka.
Data ini terbagi menjadi :
  1. Data kontinu adalah data yang satuannya bisa dalam pecahan.
  2. Data diskret adalah data yang satuannya selalu bulat dalam bilangan asli, tidak berbentuk pecahan.
2. Waktunya.
  1. Data silang (Cross Section) adalah data yang dikumpulkan pada suatu waktu tertentu yang bisa menggambarkan keadaan /kegiatan pada waktu tersebut, misalnya jumlah warga DKI Jakarta menurut asal dan agama pada tahun 2011.
  2. Data Berkala (Time Series) adalah data yang dikumpulkan dari waktu ke waktu, misalnya data angka kematian dan kelahiran dari tahun ke tahun di Indonesia yang cenderung membesar atau mengecil.
3. Cara memperolehnya.
  1. Data primer adalah data yang didapatkan langsung dari responden. Contoh : data pegawai negeri sipil di BKN, data registrasi mahasiswa di suatu universitas dan sebagainya.
  2. Data Sekunder adalah data yang diambil dari data primer yang telah diolah, untuk tujuan lain, Contoh : data perkawinan antara umur 17 s/d 20 tahun di Indonesia yang diambil dari Departemen Agama untuk tujuan analisa pola perkawinan setiap suku bangsa di Indonesia.
4. Sumbernya.
  1. Data Internal adalah data yang menggambarkan dari keadaan di dalam suatu organisasi. Contoh : dari suatu universitas adalah data dosen, jumlah mahasiswa, data kelulusan dan sebagainya.
  2. Data Eksternal adalah data yang dibutuhkan dari luar untuk kebutuhan suatu organisasi tersebut. Contohdata orang tua mahasiswa BSI untuk keperluan beasiswa.
Syarat Data yang baik adalah
  1. Benar/Obyektif.
  2. Mewakili/Wajar (representative).
  3. Dipercaya, artinya kesalahan bakunya kecil.
  4. Tepat waktu (up to date).
  5. Relevan (data yang dikumpulkan ada hubungannya dengan permasalahannya).
1.3  Pengukuran dan Jenis-jenis Skala Pengukuran.
Variabel (peubah) adalah karakteristik – karakteristik yang terdapat pada elemen-elemen dari populasi tersebut. Contoh : Pada masyarakat, elemennya adalah manusia, karakteristiknya misalnya penghasilan, umur, pendidikan, jenis kelamin dan status perkawinan yang merupakan variabel-variabel dalam penelitian. Variabel  terbagi atas :
1. Variabel kualitatif (kategori). Contoh : Tingkat Pendidikan ,Jenis kelamin dsb.
2. Variabel kuantitatif (Numerik). Contoh : Penghasilan, umur, jumlah keluarga, dsb
Untuk analisa data penelitian, diperlukan macam-macam ukuran skala yaitu :
1. Skala Nominal (Skala Klasifikasi) Adalah skala yang paling sederhana dimana angka yang diberikan kepada obyek sebagai label saja dan tidak menunjukkan tingkatan apa-apa. Contoh : jenis kelamin, no urut absen
2. Skala Ordinal Adalah skala yang diberikan kepada obyek sebagai label dan menunjukkan tingkatan. Contoh : tingkat pendidikan
3. Skala Interval Adalah suatu pemberian angka kepada set dari obyek yang mempunyai sifat-sifat ukuran ordinal dan ditambah 1 sifat  lain yaitu jarak yang sama. Contoh : data nilai , berat badan
4. Skala Rasio. Adalah suatu pemberian angka pada set obyek yang mempunyai sifat-sifat ukuran ordinal, mempunyai jarak yang sama dan ditambah 1 sifat yaitu nilai absolut dari obyek yang diukur. Contoh : suhu badan.



Simbol Sigma

              n
Rumus : ∑ X i dibaca sigma X i , i dari 1 s/d n
            i = 1
Aturan Penjumlahan :
    n                               n          n         n
a. ∑ ( X i + Y i + Z i ) = ∑ X i + ∑ Yi + ∑ Zi
  i = 1                          i=1       i=1     i=1

    n               n
b. ∑ kX i = k ∑ X i , k = bilangan konstan
  i = 1           i = 1

     n
c. ∑ k = k + k + … + k = nk
  i = 1

    n                         n
d. ∑ ( X i – k ) 2 = ∑ ( X i 2 – 2kX i + k 2 ).
  i = 1                   i =1

    n                                n                     n
e. ∑ (Y i – a – bX i ) = ∑ Y i – na – b ∑ X i
  i = 1                          i =1                 i =1



Kamis, 09 November 2017


1. Jelaskan bagaimana cara kerja mouse wireless !
2. Jelaskan cara kerja barcode reader !
3. Apa perbedaan Monitor CRT dengan LCD !
4. Sebutkan dan jelaskan jenis - jenis keyboard yang biasa kita gunakan !
5. Seandainya anda seorang penemu dan mendapat tugas untuk membuat sebuah alat input baru, maka alat input dan output jenis apa yang akan anda ciptakan ? Jelaskan !


                                                                    JAWABAN

1. Mouse wireless bekerja dengan menggunakan sinar infra merah, kemudian di saat anda menggerakan mouse wireless tersebut maka sensor infra merah tersebut akan mengirimkan sebuah sinya kepada device wireless yang telah kalian tancapkan sebelumnya di port USB laptop atau PC kalian dan sinyal tersebut akan di kirimkan kembali kedalam PC ataupun laptop kalian sebagai perintah input.

2. Seperangkat Barcode Scanner terdiri dari scanner, decoder dan kabel yang menyambungkan decoder dengan komputer. Barcode Scanner tersebut memindai symbol, menangkap dan merubah kode bar menjadi data elektrik lalu mengirimkannya ke komputer  dengan format data yang sederhana.

3. Perbedaan Monitor CRT dan LCD:
* Ukuran fisik
Ukuran fisik monitor CRT jauh lebih besar, krn memerlukan ruang utk tabung CRT. Ukuran LCD lebih ramping sehingga sesuai utk tempat yg terbatas.
* Warna
Awalnya, warna monitor LCD hanya ratusan hingga ribuan jenis, sedangkan CRT sdh mencapai jutaan, Namun LCD-LCD jenis baru telah dapat memproduksi warna yg tdk terbatas sehingga tampilan lebih halus.
* Resolusi
Umumnya monitor CRT dapat menampilkan berbagai variasi resolusi, sedangkan monitor LCD hanya memiliki satu resolusi natife, yaitu resolusi dimana tampilan yang dihasilkan mempunyai gambar lebih jelas. Keadaan ini merupakan resolusi LCD tertinggi yg dpt dijangkaunya.
* Kecerahan (Brightness)
Pada CRT kecerahan gambar tdk menjadi masalah. Pada LCD mengingat pancaran cahaya dilakukan dari belakang, LCD memiliki level kecerahan yg berbeda dgn pd CRT. Ukuran kecerahan LCD biasanya dinyatakan dalam satuan nits, yaitu berkisar antara 70-250 nits. Semakin tinggi nilai nits maka semakin cerah tampilan gambarnya.
* Sudut Penglihatan
Dibandingkan dgn CRT, monitor LCD memiliki sudut penglihatan yg lbh kecil, sehingga warna yg muncul bisa berubah jika dilihat dari samping atau bahkan tdk terlihat sama sekali. Namun monitor LCD dewasa ini telah memiliki sudut pandang yg lbh luas lg.
* Pemakaian daya dan emisi radiasi
LCD memerlukan daya listrik yg kecil utk pengoperasiannya dan tdk mengeluarkan emisi radiasi yg berbahaya jika dibandingkan dgn monitor CRT. Rata-rata monitor komputer memerlukan daya listrik 110 watt, sedangkan LCD memerlukan sekitar 30-40 watt.
* Harga
Monitor LCD lbh mahal dibandingkan dgn jenis CRT

4. Secara fisik keyboard dibagi menjadi 4, :

    1.  Keyboard serial 
        Menggunakan DIN 5 male dan biasanya digunakan pada komputer tipe AT.

    2. Keyboard PS/2
        Biasanya digunakan pada komputer ATX dan saat ini yang paling banyak dipergunakan. Pemasangan keyboard tipe ini harus dilaksanakan dengan cermat, sebab port yang dimiliki sama dengan port untuk mouse.

    3. Keyboard Wireless
        Sesuai dengan namanya, keyboard tipe ini tidak menggunakan kabel sebagai penghubung antara keyboard dengan komputer. Jenis koneksi yang digunakan adalah infra red, wifi atau bluetooth. Untuk menghubungkan keyboard dengan komputer, dibutuhkan unit pemancar dan penerima. Unit pemancar biasanya terdapat pada keyboard itu sendiri, sedangkan penerima biasanya dipasang pada port USB atau serial pada CPU

    4. Keyboard USB
        Jenis keyboard yang menggunakan kabel USB agar terhubung ke komputer.

  Secara bentuk&tombol, keyboard terbagi atas 7 jenis, yaitu

    1. Keyboard Qwerty
        Tata letak keyboard QWERTY ini ditemukan oleh Scholes, Glidden dan Soule pada tahun 1878, dan kemudian menjadi standar mesin tik komersial pada tahun 1905. QWERTY diambil dari6 huruf berurutan pada baris kedua dari tombol alfanumerik tersebut. Keyboard QWERTY didesain sedemikian rupa sehingga key yang paling sering ditekan terpisah letaknya sejauh mungkin, sehingga bisa meminimalkan kemacetan pada saat mengetik (pada mesin ketik mekanik). Meskipun tata letak QWERTY sangat luas pemakaiannya, tetapi memiliki beberapa kelemahan dan ketidakefisienan. Misalnya, 48 persen dari gerakan diantara huruf yang berurutan harus dilakukan dengan sebuah tangan. Hanya 32 persen ketukan yang dilakukan pada home row (baris awal dari posisi jari pada keyboard). Beban tangan kiri lebih besar dari tangan kanan (56 persen). Contoh paling nyata dari ketidakefisienan tata letak QWERTY adalah pengetikan huruf ‘a’ yang cukup sering dipakai, tetapi harus dilakukan oleh jari kelingking yang paling lemah.

    2. Keyboard DVORAK
        Keyboard DVORAK (1932), dimana susunan hurufnya disusun sedemikian rupa sehingga tangan kanan dibebani lebih banyak pekerjaan dibanding dengan tangan kiri. Selain itu, tata letak Dvorak dirancang agar 70 persen dari ketukan jatuh pada home row, sehingga bisa mengurangi kelelahan karena pengetikan (lebih ergonomik). Sejumlah percobaan menunjukkan bahwa tata letak Dvorak lebih efisien 10-15 persen dibanding dengan tata letak QWERTY .

    3. Keyboard LOCKENBERG
        Keyboard ini dibuat dengan maksud menyempurnakan jenis keyboard yang sudah ada, yaitu dengan memisahkan kedua bagian keyboard (bagian kiri dan kanan). Bagian kiri dan kanan keyboard dipisahkan dengan sudut 15 derajat dan dibuat miring ke bawah. Selain itu, keyboard KLOCKENBERG mempunyai tombol-tombol yang dibuat lebih dekat (tipis) dengan meja kerja sehingga terasa lebih nyaman. Tata letak ini, selain mengurangi beban otot pada jari jemari dan pergelangan tangan juga dirancang untuk mengurangi beban otot pada tangan dan bahu. Terpisahnya bagian kiri dan kanannya menjadikannya relatif lebih banyak memakan ruang.

    4. Keyboard Maltron
        Tak seperti keyboard pada umumnya yang datar, keyboard ini dibuat agak cekung ke dalam. Dengan pertimbangan bahwa pada saat jari-jari diposisikan akan mengetik, maka jari-jari itu dijamin tidak akan membentuk satu garis lurus. Produsen Maltron berkeyakinan bahwa pada dasarnya, hanya digunakan 8 jari dari sepuluh jari yang tersedia ketika manusia mengetik dengan keyboard biasa.Dengan mengetik di keyboard biasa, maka jari tangan harus beradaptasi dengan bentuk keyboard. Hal ini diklaim oleh mereka dapat menyebabkan RSI (Repetitive Stress Injuries). Sementara, dengan menggunakan Maltron, keyboardnyalah yang akan menyesuaikan dengan tangan. Dengan bentuk yang unik seperti ini, Maltron menjamin kenyamanan jari tangan di saat mengetik sehingga tidak menyebabkan RSI bahkan bisa jadi akan meningkatkan kecepatan mengetik sebab yang digunakan adalah 10 jari bukannya 8 jari.

    5. Keyboard Chord
        Hanya mempunyai beberapa tombol antara 4 sampai 5. Untuk memasukkan suatu huruf harus menekan beberapa tombol secara bersamaan. Ukurannya kompak, sangat cocok untuk aplikasi yang portabel. Waktu pelatihan singkat, penekanan tombo-tombol mencerminkan bentuk huruf yang diinginkan Kecepatannya tinggi namun kurang populer, karena pada pemakaian yang lama akan menyebabkan kelelahan pada tangan.

    6. Keyboard Alphabetik
        Tombol-tombol yang ada pada keyboard alphabetik disusun persis seperti pada tata letak QWERTY maupun Dvorak, tetapi susunan hurufnya berurutan seperti pada urutan alphabet. Keyboard alphabetik juga tidak dapat menyaingi popularitas tata letak QWERTY, tetapi biasanya banyak ditemui pada mainan anak-anak, sehingga anak-anak diajar mengenal huruf alphabet. Bagi pengguna yang bukan tukang ketik, barangkali tata letak ini cukup membantu. Tetapi, dari hasil pengujian, penggunaan tata letak seperti ini justru memperlambat kecepatan pengetikan.

    7. Keyboard Numerik
        Untuk memasukkan bilangan dalam jumlah yang besar, orang lebih suka menggunakan tombol numerik (numeric keypad) yang tata letak tombol-tombolnya dapat dijangkau dengan tangan.

5.

Indeks Tertimabang

11.1.                Indeks Harga Agregatif Tertimbang 11.2.                Indeks Produksi Agregatif Tertimbang 11.3.        ...